Model Pengairan Sistem Hidroponik 1.0 APK

Model Pengairan Sistem Hidroponik 1.0 Icon
0/5
Ratings
Developer
Den apps
Current Version
1.0
Date Published
File Size
9.1M
Package ID
com.loanhydroponic.systemmethod.modelirrigation
Price
$ 0.00
Downloads
5+
Category
Android Apps
Genre
Books & Reference

APK Version History

Version
1.0 (Updated)
Architecture
All
Release Date
December 11, 2017
Requirement
Android 3.0 and up
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot
  • Model Pengairan Sistem Hidroponik Screenshot

About Radio FM 90s

Model sistem pengairan hidroponik, yaitu sebagai sebagai berikut.

1. Deep Flow Technique (DFT)

Pada hidroponik sistem DFT akar tanaman pada model ini ditempatkan terendam dalam bak air setinggi 30 - 40 cm. Tidak semua tanaman bisa menggunakan model ini karena akar tanaman terendam seluruhnya.

2. Nutrient Film Technique (NFT)

Pada hidroponik Sistem NFT tanaman diletakkan di dalam pot-pot kecil yang berlubang-lubang dan diisi media sekam bakar. Kemudian pot-pot tersebut di taruh di sebuah bak yang berisi air.

3. Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)

Penyiraman dengan sistem ini dilakukan secara berkala dengan timer yang dihubungkan dengan pompa. Pompa ini akan mengalirkan air bernutrisi dari bak penampungan ke pot-pot tanaman. Model penyiraman pasang surut memungkinkan tanaman tergenang air pada waktu tertentu dan ada kalanya kering.

4. Perbedaan Tekanan

Model sistem pengairan seperti ini menggunakan tabung dengan prinsip yang sama dengan tempat minum di dalam kandang ayam. Gunanya tabung ini adalah untuk mengatur air tetap pada ketinggian yang sama. Jenis sayuran yang cocok adalah kangkung karena tahan terhadap rendaman air.

5. Sistem Wick ( Sistem sumbu )

Sistem hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini adalah sistem pasif, yang artinya tidak ada sistem yang bergerak. Larutan nutrisi diserap oleh media tanam dari tandon menggunakan sumbu (memanfaatkan daya kapilaritas sumbu). Sistem ini dapat menggunakan bermacam-macam media tanam, diantaranya: Perlite, Vermiculite, Pro-Mix, dan Sabut.

6. Sistem Rakit Apung (Water culture)

Sistem yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Penopang tanaman biasanya dibuat dari styrofoam dan mengapung langsung di atas permukaan larutan nutrisi. Sebuah pompa udara menyediakan udara melalui batu angin yang membuat banyak gelembung udara dalam larutan nutrisi dan menyediakan oksigen bagi akar tanaman.

7. Sistem Fertigasi (Fertilizer + Drip Irrigation)

Merupakan sistem yang paling luas digunakan di dunia. Sistem ini adalah pengembangan dari Drip Irrigation (Irigasi tetes) dimana tanaman disiram dengan cara meneteskan air. Modifikasi yang dimaksud adalah, pada Sistem Fertigasi, tanaman tidak hanya diberi pengairan berupa tetesan air saja, tetapi air yang diteteskan juga dicampur dengan nutrisi.

8. Sistem Aeroponik

Sistem hidroponik yang menggunakan teknologi tinggi. Seperti pada sistem NFT diatas, media tanamnya udara. Akar-akar menggantung di udara dikabutkan oleh larutan nutrisi.
Pengabutan ini biasanya dilakukan setiap beberapa menit sekali. Karena akar-akar terekpos di udara seperti pada sistem NFT, akar-akar bisa cepat mengering jika pengaturan pengabutan terganggu.Model hydroponic watering system, is as following.

1. Deep Flow Technique (DFT)

In hydroponic plant roots DFT system in this model are placed submerged in a tub of water as high as 30-40 cm. Not all plants can use this model for the plant roots submerged.

2. Nutrient Film Technique (NFT)

In hydroponics system NFT plants placed in small pots with holes and filled media husk fuel. Then the pots are in place in a tub filled with water.

3. Tidal (Ebb and Flow / Flood and Drain)

Watering with this system is done periodically by a timer connected to the pump. These pumps will drain water from the tank to the nutritious plant pots. The model allows the plant watering tides inundated at certain times and sometimes dry.

4. Pressure Difference

Models such as the irrigation system uses a tube with the same principle with a drink in the henhouse. The point of this tube is to regulate the water stays at the same height. Suitable types of vegetables are kale because it is resistant to water immersion.

5. System Wick (wick System)

The simplest hydroponic system. This system is a passive system, meaning that no system is moving. Nutrient solution is absorbed by the planting medium from the reservoir using axes (harness the power of capillarity axis). These systems can use a variety of growing media, such as: Perlite, Vermiculite, Pro-Mix, and coir.

6. Floating Raft System (Water culture)

The simplest system of all active hydroponic system. The support is usually made of styrofoam plant and floats directly on the surface of the nutrient solution. An air pump provides air through the wind stone that makes a lot of air bubbles in a nutrient solution and provide oxygen to plant roots.

7. Fertigation Systems (Fertilizer + Drip Irrigation)

Is the most widely used system in the world. This system is the development of Drip Irrigation (Drip irrigation) in which the plants are watered with tears in their way. The modification in question is, in Fertigation System, the plant will not only be in the form of drip irrigation water, but the water that dripped also be mixed with nutrients.

8. System Aeroponics

Hydroponic system using high technology. As in the above NFT system, air cropping media. The roots hang in the air atomized by the nutrient solution.
Nebulization is usually done every few minutes. Because the roots terekpos in the air as in the NFT system, the roots can dry out rapidly if disturbed carburetion setting.

What's New in this version